4 November 2021 - 05:08
Al-Qur'an dan Islam Tidak Pernah Mendiskreditkan Perempuan

Al-Qur'an dan Islam Tidak Pernah Mendiskreditkan Perempuan

Menurut Kantor Berita ABNA, Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as Ayatullah Reza Ramezani dalam lawatannya ke Lebanon, turut mengadakan pertemuan dengan Asosiasi Solidaritas Sosial Perempuan Lebanon yang dalam bahasa Arab disebut al-Jam'iyah al-Nisaiyah lil Takaful al-Ijtima'i. Lembaga ini diketuai oleh Syaikhah Afaf al-Hakim. 

Sekretaris Jenderal Forum Internasional Ahlulbait as dalam pernyataannya dengan anggota asosiasi ini mengatakan, "Barat sedang berusaha untuk mengurangi peran perempuan dalam masyarakat. Sepanjang sejarah, keberadaan dan peran perempuan di ranah sosial tidak diinginkan, terutama i pada masa pra-Islam, ketika pandangan tentang produktivitas, kolonialisme, dan eksploitasi perempuan masih berlaku."

Ayatullah Ramezani melanjutkan, "Sekitar 300 ayat tentang perempuan disebutkan dalam Al-Qur'an, dan juga terdapat surah atas nama perempuan seperti surah Maryam. Dalam semua ayat yang berhubungan dengan kedudukan laki-laki sempurna, tidak ada perbedaan pendapat antara laki-laki dan perempuan. Dalam semua pesan Al-Qur'an yang ditujukan kepada laki-laki dan perempuan, tidak ada perbedaan antara pria dan perempuan. Di mana pun frasa "wahai orang-orang yang beriman" disebutkan dalam Al Qur'an, itu mengacu pada semua pria dan wanita yang beriman, dan kita tidak pernah melihat pemisahan antara pria dan wanita dalam frasa Al-Qur'an ini. Karena itu Islam dan Al-Qur'an tidak pernah mendiskreditkan perempuan atau menempatkan posisinya lebih rendah dari laki-laki."

Profesor seminari dan universitas ini menyatakan, "Dalam beberapa ayat Al-Qur'an, perempuan diperkenalkan sebagai panutan; Seperti "istri Fir'aun" yang meski dalam suasana kemusyrikan dan kekafiran, namun justru semakin mendekatkan diri kepada Tuhan."

Ayatullah Ramezani menambahkan, "Perempuan berperan dalam mendidik dan membesarkan para nabi ilahi; Seperti tiga wanita - ibu dan saudara perempuan Nabi Musa as dan istri Firaun - yang berperan dalam membentuk karakter Nabi."

Ayatullah Ramezani memesankan, "Patut dicatat bahwa para nabi ilahi sangat berhati-hati untuk membela hak-hak perempuan, dan terutama Nabi Suci Muhammad saw adalah orang yang paling aktif dalam membela hak-hak perempuan."

Di akhir pertemuan, Asosiasi Solidaritas Sosial Perempuan Lebanon memberikan plakat penghargaan kepada Ayatullah Reza Ramezani.